
Kenali Virus Nipah Sebelum Terlambat
Virus Nipah (NiV) adalah virus RNA yang termasuk dalam genus Henipavirus dan famili Paramyxoviridae. Virus ini memiliki kemiripan dengan virus Hendra, sehingga pada awalnya pernah disebut sebagai Hendra-like virus atau equine morbilli virus. Kewaspadaan terhadap NiV penting karena penyakit yang ditimbulkannya dapat berkembang cepat dan berisiko fatal.
Reservoir alami dan sebaran
Reservoir (inang alami) utama virus Nipah adalah kelelawar buah dari genus Pteropus (flying foxes). Kelelawar ini banyak ditemukan di wilayah tropis dan subtropis Asia serta benua Australia, sehingga potensi paparan dapat terjadi di berbagai negara pada kawasan tersebut.
Cara penularan
Penularan virus Nipah dapat terjadi melalui beberapa jalur berikut:
-
Kontak langsung dengan hewan terinfeksi (misalnya kelelawar, babi), atau cairan tubuh hewan seperti darah, urin, air liur, dan feses.
-
Mengonsumsi produk makanan yang terkontaminasi cairan tubuh hewan terinfeksi, misalnya produk berbahan buah atau nira.
-
Kontak dengan orang yang terinfeksi, termasuk paparan cairan tubuh (droplet, urin, atau darah).
Tanda dan gejala
Gejala umumnya dapat muncul 4–14 hari setelah terinfeksi. Pada banyak laporan, angka kematian kasus (CFR) diperkirakan sekitar 40–75%. Keluhan yang dapat muncul meliputi:
-
Demam
-
Sakit kepala
-
Batuk
-
Sakit tenggorokan
-
Nyeri otot
-
Sesak napas
-
Muntah
-
Kesulitan menelan
-
Peradangan otak (ensefalitis)
Pencegahan yang bisa dilakukan
Langkah pencegahan sederhana namun efektif untuk menurunkan risiko penularan:
-
Cuci tangan dengan sabun dan air bersih sebelum dan sesudah berinteraksi dengan hewan atau orang sakit.
-
Cuci sayur dan buah sebelum dikonsumsi.
-
Gunakan alat pelindung diri (misalnya sarung tangan, sepatu, dan pelindung wajah) saat membersihkan kotoran hewan atau aktivitas berisiko.
-
Masak daging hingga matang dan hindari konsumsi daging mentah atau setengah matang.
Artikel edukasi ini disusun selaras dengan materi promosi kesehatan dari Kementerian Kesehatan RI serta kampanye GERMAS, dan dapat digunakan sebagai ringkasan informasi untuk publik/medsos BBLKL Salatiga.
Sumber (sesuai materi):
-
Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI (2021) – Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Virus Nipah di Indonesia.
-
Sendow, I., dkk. (2013) – Virus Nipah pada Kelelawar Buah Pteropus vampyrus di Sumatera, Indonesia. Indonesian Journal of Biology, 5(1), 35–44.